Kamis, 22 November 2012

Israel Tangkap 55 Warga Palestina di Tepi Barat

 Tepi Barat, - Pasukan Israel menangkap 55 warga Palestina yang dituduh terkait kelompok-kelompok teror di Tepi Barat. Penangkapan ini dilakukan setelah berlakunya gencatan senjata di wilayah Jalur Gaza.

"Total 55 anggota teror, yang berafiliasi dengan kelompok-kelompok teror yang berbeda telah ditahan," demikian pernyataan militer Israel seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (22/11/2012).


"Di antara mereka yang ditangkap termasuk sejumlah agen level senior," demikian disampaikan. Menurut radio publik Israel, mereka yang ditangkap termasuk anggota-anggota Hamas dan Jihad Islam.

Disebutkan bahwa penangkapan itu terkait dengan "aktivitas teroris belum lama ini" di Tepi Barat.

Sebelumnya, perjanjian gencatan senjata antara Israel dan Hamas telah diumumkan di Kairo, Mesir pada Rabu, 21 November malam waktu setempat.

Sesuai kesepakatan gencatan senjata itu, Israel harus "menghentikan semua kekejaman di darat, laut dan udara termasuk serbuan dan menargetkan individu-individu". Faksi-faksi Palestina juga harus menghentikan "serangan-serangan roket dan semua serangan di sepanjang perbatasan".

Dalam perjanjian itu juga disebutkan, Israel akan mengizinkan masuknya barang-barang ke Gaza, yang telah diblokade Israel sejak tahun 2007. Menurut pemimpin Hamas Khaled Meshaal, dengan kesepakatan itu berarti semua perlintasan ke Gaza akan dibuka.

Meshaal pun mengingatkan Israel untuk tidak melanggar perjanjian tersebut. "Jika Anda komit, kami akan komit. Jika Anda tidak komit, senjata ada di tangan kami," tegas pemimpin Hamas itu seraya menambahkan "kami akan terus mempersenjatai diri kami".

Tidak ada komentar:

Posting Komentar